Ketika Prilaku Korup Dibenci, Dicaci, Dimaki dan Disukai

March 19th, 2009 by Achmad Sholeh Leave a reply »

Semua orang pasti akan sepakat bahwa kita benci prilaku korupsi karena dampaknya memang sangat luar biasa melumpuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga Bangsa ini belum beranjak menuju masyarakat yang lebih sejahtera, Prilaku korup masih kental mewarnai birokrasi di Negeri ini entah sampai kapan prilaku buruk yang sudah mendarah daging ini sedikit demi sedikit akan melepaskan cengkramannya di Negeri kita tercinta ini.

Ketika kita lihat dan dengar bagaimana para politikus dan wakil kita sedang giat-giatnya mencari simpati konstituennya maka yang kita dengar adalah caci maki terhadap prilaku korupsi, mereka beramai-ramai teken kontrak politik dan berjanji ini itu termasuk salah satunya tidak akan melakukan korupsi saat mereka di beri kepercayaan oleh masyarakat nantinya, dalam hati kita pasti akan sangat senang apabila hal itu benar-benar dilakukan oleh politisi dan calon wakil kita nantinya, sebenarnya masyarakat sangat mendambakan tipe wakil yang dipilih nantinya adalah orang-orang yang bener-bener memperjuangkan aspirasinya dan berprilaku bersih dari korupsi, tapi ketika akhir-akhir ini disuguhi secara marathon prilaku korup tersebut menjadikan rasa pesimis untuk mendapat kan wakil rakyat yang sesui harapan.

Beberapa kasus korupsi yang terjadi di kalangan wakil rakyat ini membuktikan bahwa korupsi disamping dibenci,dicaci,dimaki juga disukai, mereka lupa akan janji dan kontrak politik saat kampanye karena telah larut dalam lingkaran yang memang benar-benar memungkinkan untuk berbuat korup tersebut, hanya beberapa gelintir wakil kita saja yang masih mempunyai moral dan tanggung jawab terhadap amanah konstituen yang tetap Dia pegang, semoga model wakil rakyat yang seperti ini semakin banyak di pereode lima Tahun mendatang.

Masyarakat sebenarnya sangat merindukan sosok pemimpin yang bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi Bangsa ini terlebih lagi sebuah kepemimpinan yang jujur dan bersih, untuk itu pada Tanggal 09 April 2009 yang akan datang gunakan hak pilih kita untuk masa depan Bangsa ini menjadi lebih baik, jangan salah mencontreng pastikan yang kita contreng adalah benar-benar calon wakil rakyat dan partai yang anti korupsi jangan yang lain.

Advertisement

8 comments

  1. Elzastrouv says:

    Korupsi kata-kata itu memang sangat akrab di telinga kita, sampai kapan ya telinga kita tidak mendengarnya kata itu lagi

    kita berharap ada pemimpin yang benar-benar membela kepentingan rakyatnya dan bersih kang

  2. Mas Achmad, gimana kiat-kiat sampeyan sendiri supaya ndak sampai tergoda korupsi? Nampaknya urusan mental itu jadi kendala utama buat bangsa kita..

    Pendidikan moral sedini mungkin mbak serta sejak tingkat dasar pendidikan anti korupsi masuk kurikulum sekolah, mungkin bisa memperbaiki moral calon pemimpin kita yang akan datang mbak

  3. Sarimin says:

    Siapkan 100 peti mati untuk para koruptor…dan sisakan 1 peti mati untuk Presiden…! Indonesia pasti akan lebih baik…

    Itulah yang pernah dilakukan China sehingga mereka bisa seperti sekarang ini mas, bisa di contoh

  4. Korupsi?
    Hilang dari negara kita?

    saya pesimis cah.. terutama dikota seperti jakarta, dimana setiap orang selalu mendewakan duit.
    Mudah2an saja dimasa mendatang (50thn?) kkn akan lenyap dari bumi kita

  5. setuju bro
    pesan diterima dan akan dilaksanakan!!!

  6. deden says:

    Korupsi memang dibenci, siapa coba yg tak membenci korupsi. Tapi yg mencengangkan, praktek korupsi malah semakin marajolelo.

    itulah kenyataan yang terjadi mas makanya kita harus berhati-hati memilih

  7. ciwir says:

    korupsi sudah men-tradisi

    itu masalahnya mas

  8. endar says:

    wah kalau masalah korupsi nggak bisa komen deh. pokoknya korupsi harus diberantas

    setuju mas

Leave a Reply