Archive for September, 2009

Madzhab Ngeblog

September 11th, 2009

Sebenarnya ini hanyalah istilah dalam dunia blogsphore yang pertama kali saya kenal dari blognya pak Guru Wandi yang berkaitan dengan bagaimana mendapatkan ide posting dan konsistensi dalam membuat suatu postingan.

Ternyata ingin meniru madzhab ngeblog ala pak Wandi sulit juga ya, jangankan one day per post, two day per post saja saya kelabakan nyari bahannya. Sambil berpikir lama sekali akhirnya saya ketikkan saja apa yang ada di kepala saya ternyata belum juga dapat ide posting. Inilah yang terjadi pada kebanyakan blogger termasuk saya, makanya saya salut dengan rekan-rekan blogger yang bisa aktif update blognya.

Untuk sementara blog ini belum masuk pada aliran atau madzhab blog tertentu karena sering kali ide postingan yang ada muncul secara tiba-tiba, sehingga belum bisa memanagnya, bagaimana dengan yang terjadi di blog rekan-rekan, masuk kategori one day per post, two day per post, three day per post atau yang lainnya.

Mohon maaf kalau istilah bahasa Inggrisnya campur aduk

Angka Cantik 09/09/09

September 9th, 2009

Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan fengshui, angka sakti, komentator blog, postingan yang kesekian atau yang lainnya, kami hanya bermaksud mengabadikan angka cantik ini lewat sebuah tulisan sederhana. Saya tidak tahu apakah yang saya tulis ini dalam kategori bermutu atau tidak, semuanya saya serahkan pada pembaca.

Banyak orang menandai sebuah peristiwa dengan memilih angka-angka tertentu bahkan pasangan Adji Masaid dan Angelina Sondakh telah merencanakan kelahiran anaknya pada tanggal seperti judul diatas. Sebagian orang mengatakan bahwa angka tertentu akan membawa keberuntungan, kebahagiaan dan kebaikan-kebaikan lainnya. Kita masih sering melihat dalam tradisi jawa ketika mau ada pekerjaan tertentu misalkan, pernikahan, mendirikan Bangunan Rumah, pindahan tempat tinggal, Orang Tua kita sibuk mencarikan hari yang baik, bulan yang baik bahkan Tahun yang baik.

Hal-hal tersebut rasanya lebih pada sugesti dan pengaruh nenek moyang kita dahulu yang telah mengajarkan seperti itu, yaitu Ilmu Titen ( ilmu menurut pengamatan kejadian). Generasi muda modern sekarang sudah banyak yang jarang memakainya, akan tetapi apabila ternyata pada suatu saat terdapat kejadian tertentu yang kurang baik maka Orang Tua kita mengatakan kesalahan karena tidak pakai hitung-hitungan sesuai perhitungan orang-orang dahulu.

Terlepas dari hal diatas yang pasti maksud dan tujuan orang-orang Tua kita adalah supaya anak-anaknya bisa hidup Bahagia dan lebih baik, Bagi kita orang yang mempunyai sebuah keyakinan Agama disamping adat istiadat pastilah tidak akan ada masalah dengan angka cantik, atau hitung-hitungan adat jawa ( klenik ) sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran Agama yang kita yakini. Sehingga jangan sampai kepercayaan kita terhadap Tuhan terkalahkan oleh keyakinan klenik tersebut, kalau itu yang terjadi maka kita harus waspada karena kita telah masuk pada ranah Syirik, dan yang seperti ini yang perlu kita hindari, Bagaimana menurut anda.

Related Posts
Tulisan yang tidak berhubungan Saya Sang Visioner

Menunggu

September 7th, 2009

Banyak orang mengatakan menunggu adalah pekerjaan yang membosankan, ternyata apa yang dikatakan orang-orang tersebut benar adanya. Saya sendiri merasakan hal itu menunggu apakah gerangan ? menunggu laptie saya yang rusak masuk ke tukang servis, sudah dua minggu berlalu ketika kutanya pada si tukang servis belum kelar katanya sih masih nunggu spare partnya dari Jakarta . Kegiatan ngeblog selama dua minggu ini saya lakukan hanya ketika PC di kantor sedang ndak dipakai oleh karyawan lainnya sehingga mohon maaf apabila dalam 2 minggu terakhir ini jarang blogwalking.

Menunggu merupakan pekerjaan yang berhubungan dengan hati, karena disitu akan timbul harapan, kecemasan, kegelisahan dan lainnya beraduk menjadi satu, pernahkah anda sekalian menunggu kedatangan sang pujaan hati yang sudah berjanji akan berkunjung atau bertemu dan ternyata jamnya meleset dengan janjinya, coba kembali diingat bagaimana perasaan anda pada waktu itu.

Menunggu rasanya adalah sesuatu yang sangat akrab dengan keseharian kita, entah menunggu dalam kategori yang ringan atau bahkan menunggu dalam hal yang serius. Sebenarnya tanpa kita sadari kita telah menunggu giliran sang Malaikat maut menjemput kita, entah kapan datangnya tapi itu jelas akan terjadi, yang menjadi pertanyaan kita adalah sudahkah kita siap untuk hal itu. Momen Ramadhan 1430 H ini mari kita gunakan sebaik-baiknya untuk mengumpulkan bekal kita sebelum Sang malaikat menjemput. Selamat menunggu jangan resah, jangan gelisah, jangan bimbang dan jangan ragu karena segala sesuatu datang menunggu saat yang tepat.

Related Post

Tulisan ini tidak ada hubungannya dengan Sang Visioner

Sudahkah Kita Berserah Diri

September 5th, 2009

Ketika kita sadari
Ternyata tiada yang abadi
Di Dunia yang fana
Hanya sujudku
Yang bisa Mewakili
Untuk melenyapkan segala bentuk Kesombongan dan Keserakahan
Yang telah terpatri dalam hati dan jiwa
Yaa Allah Hanya KepadaMulah
Aku berserah diri.