Archive for August, 2009

Tentang Fatwa Mengemis

August 25th, 2009

pengemis

MUI Pusat menyetujui tentang fatwa Haram Mengemis yang telah difatwakan oleh MUI Sumenep Madura, beberapa hal yang melatar belakangi munculnya fatwa tersebut adalah Mengemis Menjadikan orang Malas, mengemis juga akan menimbulkan sikap menghinakan dirinya sendiri di hadapan sesama Manusia padahal manusia adalah “ Fii Akhsani Taqwiem” sebaik-baiknya Ciptaan Allah. Disisi lain MUI juga menghimbau para Dermawan ketika akan bersedekah untuk menyalurkannya ke lembaga Resmi yang bisa dipertanggungjawabkan, bukan kepada pengemis jalanan.

Apa yang di fatwakan MUI sebenarnya bertujuan Mulia karena dengan menyalurkan hartanya melalui lembga yang bisa dipertanggungjawabkan pengelolaannya maka akan memberikan solusi untuk mengentaskan kemiskinan. Katakanlah kalau saja para pengemis itu di satukan dalam satu wadah, selanjutnya lembaga penyalur ZIS tersebut bekerjasama degan Pemerintah untuk membina serta mendidik para pengemis dan anak jalanan hingga dia mandiri maka akan jauh lebih baik daripada membiarkannya di jalanan entah sampai kapan.

MUI sudah memfatwakan kini giliran Pemerintah harus segera ambil bagian mencari jalan untuk memperbaiki nasib pengemis, Gelandangan dan anak jalanan agar bisa hidup layak seperti yang lainnya, Bukankah Orang Miskin dan Anak terlantar dibiayai oleh Negara ?, sesuai amanat UUD 1945. Tapi sekali lagi andai saja Aparatur pemerintah di Negeri ini lebih mengutamakan kepentingan Rakyat Bukan kepentingan perutnya sendiri ( Korupsi) Rakyat pastilah yakin hidupnya akan jauh lebih baik.

Toleransi Ala Musholla At Taqwa

August 24th, 2009

Rekan-rekan blogger pastilah bertanya di mana sih letak Musholla Attaqwa itu, ya Musholla Attaqwa adalah sebuah Musholla kecil yang berada ditengah-tengah perumahan yang aku tempati, tepatnya di Perumahan Kendal Asri, Kab. Kendal Jawa Tengah. Biarpun kecil tapi saya salut dengan yang terjadi di Musholla ini karena dari sinilah bisa kita lihat bagaimana cara kita bertoleransi antar umat Seagama. Meski penghuni perumahan itu mempunyai latar belakang yang beragam tapi kerukunan warga tetap masih bisa terjaga, demikian juga dalam kehidupan menjalankan ajaran Agama di sini sangat dinamis dan mempunyai rasa toleransi yang cukup tinggi terhadap sesama warga.

Mengapa saya katakan Musholla kecil diperumahan ini bisa kita jadikan tempat belajar bertoleransi, karena dari dua aliran keyakinan beragama bisa hidup berdampingan dan saling menghormati. Musholla ini bisa menjalankan Sholat Tarawih 11 Rekaat di satu hari dan 23 Rokaat pada hari lainnya tergantung Keyakinan sang Imam, dan wargapun sepakat mengikutinya karena mereka meyakini apa yang di kerjakan sang Imam pastilah mempunyai dasar yang kuta dalam menjalankan Ibadahnya. Andai saja ini bisa terjadi di Seluruh penjuru Negeri ini pastilah sebuah perbedaan kecil seperti ini tidak harus berubah membuat Masjid atau Musholla sendiri-sendiri. Bagaimana kondisi di tempat sampean ?…

Mengelola Nafsu Dengan Berpuasa

August 22nd, 2009

Salah satu dari hikmah berpuasa adalah bagaimana kita belajar mengendalikan nafsu kita, yang pada bulan-bulan sebelumnya cenderung kita biarkan liar mengembara entah kemana dengan berpuasa kita mencoba sedikit demi sedikit untuk mengendalikannya, sebagai contoh pada hari–hari biasa kita bisa makan menurut selera kita kapan saja dan dimana saja, dengan melakukan ibadah puasa kita mencoba memanagnya hanya pada saat-saat tertentu saja kita diperbolehkan untuk makan demikian juga bagi yang sudah menikah untuk menunaikan ibadah hubungan suami Istri biasanya tidak tergatung waktu hanya saja masih tergantung situasi dan kondisi aman nggak untuk melakukannya dengan berpuasa untuk melakukan hal tersebut kita di batasi hanya waktu tertentu yang diperbolehkan.

Dari kedua contoh tersebut terlihat jelas Bagaimana Allah mendidik kita untuk mengelola dan mengendalikan nafsu karena dari sinilah Tuhan ingin membedakan manusia dengan mahluk yang lainnya, karena ketika manusia membebaskan nafsunya untuk bergerak sesukanya maka disitulah letak persamaannya dengan hewan, dan rasanya kita tidak asing dengan hal-hal seperti itu di era seperti ini, budaya bebas tanpa batas itu sedikit demi sedikit telah merasuki jiwa dan pikiran generasi muda kita sehingga berpuasa di Bulan Ramadhan adalah satu dari sekian banyak cara yang bisa digunakan untuk membentengi budaya-budaya yang bertentangan dengan ajaran Agama dan hati nurani manusia.

Segala sesuatu apabila dilakukan dengan serius dan ikhlas untuk mendapatkan Ridho dari Allah pastilah akan menui hasil yang baik, untuk itu marilah kita jalankan puasa di Bulan suci Ramadhan kali ini dengan baik sehingga kita bisa mendapatkan manfaatnya baik di kehidupan Dunia maupun kehidupan kita kelak sesudah mati, salam.

888 Angka Saktikah Itu ?

August 21st, 2009

888 yes

Tanpa terasa Blog sepi ini telah mampu menembus angka sakti 888 untuk komentator di blog ini, secara tidak sengaja ketika saya login ke dasbord ekspresi hati terlihat angka sakti komentator 888 dan angka yang beruntung dengan angka sakti itu adalah mas Sarimingeek yang suka naik sepeda seorang blogger dengan tutorial di bidang IT itu yang saya kenal dari beberapa tulisannya yang terkadang saya tidak mudeng, maklum saya termasuk orang yang Gaptek tapi beliau termasuk blogger yang rajin komentar dan blogwalking.

Sebagai pemilik blog yang telah melewati angka sakti 888 berdoan semoga komentator di blog saya ini mendapat kemudahan rizkinya sehingga bisa berbagi dengan sesama blogger dengan cara memberikan domain gratis tanpa harus ikut kontes SEO yang melelahkan dan membuat pusing tujuh keliling, syukur-syukur mau shodaqoh PC ataupun laptop mumpung lagi dilipatgandakan pahalanya, Trimakasih mas Sarimingeek meski kita belum pernah bertemu secara phisik tapi kita tetap dekat di dunianya maya, salam damai dan persahabatan.