
Di sela-sela kesibukan mempertahankan posisi Rusli Zaenal Sang Visioner yang masih saja berkutat di halaman tiga SERP Google, saya melhat debat cawapres semalam terkesan jauh lebih hidup dan visioner dibandingkan debat capres beberapa hari yang lalu, karena mendengar jawaban-jawaban yang diutarakan para kandidat kelihatannya lebih bisa memenuhi harapan yang diinginkan masyarakat Dengan topik perdebatan ” Membangun jati diri Bangsa” beberapa pandangan yang disampaikan lebih bisa di pahami oleh kebanyakan orang bukan hanya jawaban-jawaban normatif yang sulit dipraktekkan.
Sebenarnya istilah debat masih kurang tepat untuk istilah acara pada acara tersebut, karena yang ada tidak lebih dari diskusi antara moderator yang di bawakan oleh DR. Komarudin Hidayat dengan para Cawapres, sedangkan cawapresnya sendiri belum terlibat aktif untuk saling adu program dan saling mempertahankan argumentasinya, sehingga kata wawancara jauh lebih tepat.
Apapun yang terjadi dalam debat cawapress pada tanggal 23 Juni 2009 yang jelas Rakyat bisa melihat dan mendengar calon pemimpin mereka dalam menjawab permasalahan yang sedang dan akan terjadi melalui statemen dan argumen yang disampaikan para kandidat cawapres kita, dan mulai bisa meraba-raba type pemimpin seperti apa yang akan dipilihnya nanti, tidak hanya pusing mikirin SEO Rusli Zaenal atau Sulumits Retsambew yang nambah pusing lebih baik main game saja, salam