Menjadi Diri Sendiri Jauh Lebih Baik

March 10th, 2010 by Achmad Sholeh 4 comments »

Banyak orang merasa kurang percaya dengan kemampuan dirinya sendiri sehingga dia selalu berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik dengan memakai cara orang lain, padahal cara yang dipakai orang lain belum tentu bisa menghasilkan sesuatu yang sama meskipun kita mencontek nyaris tiada berbeda.

Sebenarnya memakai cara yang di pakai orang lain untuk mencapai sesuatu hal bukanlah cara yang salah, karena telah menjadi naluri manusia, bahwa akan selalu meniru orang lain apabila dirasa menguntungkan dan member manfaat. Namun satu hal yang mereka lupakan bahwa segala sesuatunya harus disesuaikan terlebih dahulu dengan kemampuan yang kita miliki.

Seringkali kita memaksakan kehendak kepada anak dan istri kita, bawahan atau partner kerja kita agar berbuat sesuatu seperti yang dilakukan orang-orang yang telah berhasil, Sehingga yang kita dapati hanyalah ketidak puasan dan selalu ada yang kurang.

Seharusnya biarlah mereka melakukan segala sesuatunya dengan cara mereka sendiri, yang penting kita tunjukkan sasaran yang akan kita capai serta cara-cara yang ideal untuk mencapainya. Karena dengan cara seperti itu justru akan memancing kreatifitas mereka tanpa mengurangi esensi dari Tujuan yang harus di capai. Biarlah mereka dan diri kita menjadi diri sendiri, karena dengan seperti itu akan merasakan kepuasan dari hasil kinerja kita.

Tidak Ada Sekat

March 8th, 2010 by Achmad Sholeh 10 comments »
Berawal dari pengalaman yang terjadi di tempat kami bekerja, biasanya setiap Senin pagi dilakukan meting yang membahas tentang kinerja seminggu dan rencana satu minggu kedepan, tapi senin pagi 08 Maret 2010 ini terasa sangat lain.

Adalah kecanggihan teknologi yang membuat seperti itu , suasana meting serasa beda karena ada video konference dengan kantor pusat Jakarta, Sehingga meting langsung di pantau oleh Presiden Direktur kami. Sedikit hati-hati dalam menampilkan data-data karena takut salah.

Dengan kecanggihan teknologi dewasa ini membuat tak ada batas lagi dengan jarak dan waktu, Apa yang kami sampaikan disini bisa langsung ditanggapi bahkan dimarahi kalau kurang ideal dengan pekerjaan kita. Mudah-mudahan ini menjadikan kami lebih bersemangat lagi dalam bekerja, bukan menjadikan kami takut, grogi sehingga hilang kreatifitas.

Dalam segala aspek kehidupan memang dunia ini terasa sempit, apa yang terjadi di belahan dunia sana, dalam beberapa menit bisa kita lihat di tempat kita. Rasanya pepatah yang mengatakan bahwa Dunia ini selebar daun kelor memang benar adanya seolah-olah sulit bagi kita untuk menyimpan rahasia . Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan teknologi dengan bijaksana untuk kebaikan bukan untuk kerusakan, salam.

Si Buta Tuli Dan Tradisi Korupsi

March 6th, 2010 by Achmad Sholeh 18 comments »

Syahdan hiduplah dua orang sahabat karib yang tidak terpisahkan, namun mereka berdua memiliki cacat bawaan yang membuat mereka akhirnya bersahabat karena saling membutuhkan dan melengkapi. Si buta membutuhkan si tuli untuk berjalan kemana-mana sedangkan si Tuli membutuhkan si buta karena sebagai penerjemah pada saat berkomunikasi dengan orang lain.

Pada suatu ketika keduanya mempunyai keinginan menjadi Kepala desa dan wakil kepala desa, meski keduanya memeliki kekurangan namun mereka cukup pandai dan terkenal di lingkungannya, dan itu merupakan salah satu modal untuk meraih kursi Kepala desa dan wakilnya. » Read more: Si Buta Tuli Dan Tradisi Korupsi

Untuk Rakyat, Kekuasaan Atau Partai

March 3rd, 2010 by Achmad Sholeh 15 comments »

Banyak politisi yang bilang bahwa apa yang sedang mereka lakukan adalah untuk kepentingan Rakyat , semuanya hanya untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat, dan demi menegakkan kebenaran. Tapi benarkah apa yang mereka lakukan itu untuk rakyat dan penegakan kebenaran, yang tahu hanya mereka dan Tuhan saja rasanya.

Di mata orang awam seperti saya Demi kekuasaan dan kesejahteraan hidup kok rasanya lebih dominan, meski tidak semuanya seperti itu karena kita semua yakin masih ada wakil rakyat yang memiliki hati nurani dan berjuang untuk kebenaran dan masyarakat yang menjadi konstituennya. Tapi cobalah kita bertanya pada hati nurani kita berapa banyak yang seperti itu, karena saya juga menyadari kalau seandainya saya berada pada posisi mereka, dengan banyaknya godaan mungkin juga akan larut ke dalam system. Kita patut acungi jempol bagi wakil-wakil kita yang gigih dan benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat.

Disisi lain mau atau tidak seorang politisi harus taat dan patuh kepada partai dimana tempat mereka bernaung, meskipun harus mengingkari hati kecil nya. Apa yang diperjuangkan partai harus di perjuangkan juga meskipun mereka tahu bahwa yang di perjuangkannya itu salah menurut pandangan hati nuraninya. Kalau sudah seperti ini mampukah mereka menjadi seseorang yang benar-benar berjuang demi menegakkan kebenaran dan kepentingan rakyat, Wallahu Alam

  • Recent Comments
  • Archives
  • Partner links